Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2016

KIMIA

Perubahan entalpi reaksi dapat ditentukan dengan menggunakan suatu alat yang disebut kalorimeter (alat pengukur kalor). Dalam kalorimeter, zat yang akan direaksikan dimasukkan ke dalam tempat reaksi. Tempat ini dikelilingi oleh air yang telah diketahui massanya. Kalor reaksi yang dibebaskan terserap oleh air dan suhu air akan naik. Perubahan suhu air ini diukur dengan termometer. Kalorimeter ditempatkan dalam wadah terisolasi yang berisi air untuk menghindarkan terlepasnya kalor.
 
Gambar Kalorimeter
Berdasarkan hasil penelitian, untuk menaikkan suhu 1 kg air sebesar 10C diperlukan kalor sebesar 4,2 kJ atau 1 kkal. Untuk 1 gram air diperlukan kalor sebesar 4,2 J atau 1 kal. Jumlah kalor ini disebut kalor jenis air dengan lambang c.Jumlah kalor yang terserap ke dalam air dihitung dengan mengalikan 3 faktor yaitu massa air dalam kalorimeter (gram), perubahan suhu air (0C), dan kalor jenis air. Rumusnya ditulis:q = kalor yang dibebaskan atau diserap
m = massa air (gram)
c = kapasitas kalor air (J)
Dt = perubahan suhu (0C)

b. Penentuan DH Berdasarkan DHf0
Berdasarkan perubahan entalpi pembentukan standar zat-zat yang ada dalam reaksi, perubahan entalpi reaksi dapat dihitung dengan rumus:
DHr0= perubahan entalpi reaksi standar 
Perubahan entalpi pembentukan beberapa zat dapat dilihat pada Tabel di bawah.
 
Tabel: Perubahan entalpi pembentukan beberapa zat (t = 250C)
Perubahan entalpi reaksi kadang-kadang tidak dapat ditentukan secara langsung tetapi harus melalui tahap-tahap reaksi. Misalnya untuk menentukan perubahan entalpi pembentukan CO2 dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Pada cara 1, reaksi berlangsung satu tahap, sedangkan cara 2 dan cara 3 berlangsung dua tahap. Ternyata dengan beberapa cara, perubahan entalpinya sama yaitu –394 kJ.
Seorang ilmuwan, German Hess, telah melakukan beberapa penelitian perubahan entalpi ini dan hasilnya adalah bahwa perubahan entalpi reaksi dari suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi, apakah reaksi tersebut berlangsung satu tahap atau beberapa tahap. Penemuan ini dikenal dengan Hukum Hess yang berbunyi:

Berdasarkan penelitian Hess ini, perubahan entalpi suatu reaksi yang tidak dapat ditentukan dengan kalorimeter dapat ditentukan dengan perhitungan. Berikut ini contoh perhitungan penentuan perubahan entalpi.

c. Penentuan DH Berdasarkan Energi Ikatan
Suatu reaksi kimia terjadi akibat pemutusan ikatan-ikatan kimia dan pembentukan ikatan-ikatan kimia yang baru. Pada waktu pembentukan ikatan kimia dari atom-atom akan terjadi pembebasan energi, sedangkan untuk memutuskan ikatan diperlukan energi. Jumlah energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan antaratom dalam 1 mol molekul berwujud gas disebut energy ikatan. Makin kuat ikatan makin besar energi yang diperlukan. Beberapa harga energi ikatan dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel: Beberapa harga energi ikatan

Harga energi ikatan dapat dipakai untuk menentukan 􀀨H suatu reaksi.

Dengan rumus tersebut dapat pula ditentukan energi ikatan rata-rata suatu molekul dan energi yang diperlukan untuk memutuskan salah satu ikatan atau energi ikatan disosiasi dari suatu molekul. Berikut ini contoh perhitungan DH dengan menggunakan harga energi ikatan.

Kamis, 25 Agustus 2016

FISIKA

Kuat arus listrik (I) didefìnisikan sebagai banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu penghantar setiap satu satuan waktu. Secara matermatis, dituliskan sebagai berikut. Amperemeter adalah alat yang umum digunakan untuk mengukur kuat arus listrik.

BAHASA INDONESIA

Puisi adalah karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh dengan makna. Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang hendak disampaikan.

Rabu, 24 Agustus 2016

Mengetahui pertumbuhan kacang hijau pada media kapas basah.

Alat dan Bahan:
1.       8 biji kacang hijau
2.       Kapas
3.       Botol plastik
4.       Air

Cara Kerja:
1.       Botol plastik dipotong menjadi 2 bagian, gunakan botol plastik bagian bawah sebagai wadah.
2.       Celupkan kapas ke dalam air, lalu masukkan ke dalam wadah.
3.       Biji kacang hijau dimasukkan ke dalam wadah plastik yang sudah berisi kapas basah.
4.       Tanaman disiram secara teratur
5.       Dilakukan pengamatan pertumbuhan kacang hijau

Hasil Pengamatan:
Hari pertama      :  Belum ada perkecambahan
Hari kedua          :  Tumbuh akar dan batang
Hari ketiga           :  Batang semakin tumbuh
Hari keempat     : Tumbuh daun kecil
Hari kelima          :  Batang mengalami pertumbuhan yang pesat
Hari keenam      :  Batang bertambah tinggi dan daun bertambah lebar

MEMAHAMI MENGGUNAKAN TATA CAHAYA

*TENTANG UNSUR-UNSUR CAHAYA* DALAM TATA CAHAYA ADA BEBERAPA UNSUR PENTING YANG HARUS DIPERLIHATKAN ANTARA LAIN:
1.Tersedianya peralatan dan perlengkapan
2.tata letak dan titik fokus
3.keseimbangan warna
4.penguasaan alat dan perlengkapan
5.pemahaman naskah 
FUNGSI KHUSUS TATA CAHAYA : 
1.Mengadakan pilihan Bagi segala hal yang diperlihatkan
2.mengungkapkan bentuk
3.membuat gambar wajar
4.membuat komposisi
5.menciptkan suasana hati

KKPI

Topologi mesh atau yang disebut dengan topologi Jala adalah bentuk hubungan yang semua perangkat/node saling terhubung satu sama lain. Pada topologi mesh ini setiap perangkat bisa berkomunikasi secara langsung dengan perangkat yang dituju. Topologi mesh ini hamper tidak pernah digunakan karena sulit ditangani dan juga boros kabel. Dalam Topologi mesh terdapat 2 tipe yang dikenal yaitu full connected dan partial connected.

Selasa, 23 Agustus 2016

MENGGABUNGKAN FOTOGRAFI DIGITAL KEDALAM SAJIAN MULTIMEDIA

Melakukan pemerikasan terhadap tugas yang telah diberikan kepada kami yaitu tugas pada minggu lalu ''Efek Permen'' yang dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Pengolah Foto '' Adobe Photshop dengan menggunakan tool elipse. tool, gradient tool dan pengaturan dasar layer. dll.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Bhs.Inggris

11. Dewi: "Do you think we can get there on time?"
Anto: "Yes. If the traffic is smooth, ... before three o’clock."
    1. a. we would arrive
    2. b. we will arrive
    3. c. we would have arrived
    4. d. we are arriving
    2. Shop assistant: "May I help you, Sir?"
Customer: "Yes. I bought this pair of trousers this morning, but there is no button hole. ...?"
Shop assistant: "Do you have the receipt with you, Sir? We’ll replace it."
    1. a. May I return it?
    2. b. Do you like it?
    3. c. May I have a bigger size?
    4. d. Is there another color available?
   3.  Hani: "This printer doesn’t seem to be working."
Rika: ".... It may have been unplugged."
Hani: "You’re right. Maybe someone used it with a laptop computer."
    1. a. Cut the cable.
    2. b. Check the cord
    3. c. Unplug the cord.
    4. d. Use it for printing.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

1.BENTUK MOBILITAS
  a.Horisontal
  b.vertikal
  c.integenerasi
  d.Antorgenerasi
2.CARA UNTUK MOBILITAS
  a.Perubahan standar hidup
  b.pernikahan
  c.perubahan tempat tinggal
  d.perubahan tingkat laku
  e.perubahan xlama
3.FAKTOR PENGHAMBAT MOBILITAS
  a.perbedaan kelas rasional
  b.Agama
  e.diskriminasi kelas
  d.kemiskinan
  e.perbedaan jenis kelamin
4.SALURAN SALURAN MOBILITAS
   a.angkatan bersejarah
   b.lembaga kegamaan
   e.lembaga pendidikan
   d.organisasi  keahlian
    f.perkawinan
    g.organisasi ekonomi
5.DAMPAK MOBILITAS
a.konfilik atar kelas
b. konfilik atar kelompok
c.konfilik atar generasi
d.penyusunan kental
e.dll

Jumat, 19 Agustus 2016

KIMIA

1.Penentuan ∆H dengan data entalpi pembentukn standar (∆H°f)
∆Hreaksi = ∆H°f produk - ∆H°f pereaksi

2. Penentuan ∆H dengan data energi ikatan(EI)
 ∆Hreaksi = Σ EI produk - Σ EI pereaksi


MULOK

Pada pembelajaran Mulok kali ini kami di beri tugas yaitu menambahkan video ke blog profil kami tentang identitas kita masing-masing.

Sabtu, 13 Agustus 2016

IPS

Pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat

Intitution : ( Lembaga )
1.Ciri-ciri pranata sosial
-berbentuk organisasi
-kekekalan(interval waktu)
-memiliki tujuan tertentu
-lambang atau logo
-Tata tertib

2.fungsi dan jenis pranata
-pranata keluarga
-mengatur hubungan seks
-fungsi reproduksi(Mempunyai keturunan)
-Sosialisasi(Pembagian tugas)
-fungsi Afeksi
-Status


Jumat, 12 Agustus 2016

KIMIA

Perubahan suhu yang menyertai reaksi kimia menunjukan adanya perubahan energi dalam bentuk kalor pada pereaksi dan hasil reaksi. Kalor yang diserap akan dibebaskan oleh sistem menyebabkan suhu sistem berubah. Secara sederhana kalor tersebut dapat dihitung dengan rumus : 
q = m. c. ∆t.
Dimana:
q = kalor reaksi (Q)                       m = massa sistem (gram)
∆t = perubahan suhu (oC, K)         c = kalor jenis sistem (j/g.K)
Perubahan entalpi (∆H) reaksi adalah q untuk jumlah mol pereaksi/hasil reaksi sesuai persamaan reaksi, disertai tanaada positif (reaksi endoterm) negatif (rekasi eksoterm).
Hukum Hess adalah sebuah hukum dalam kimia fisik untuk ekspansi Hess dalamsiklus Hess. Hukum ini digunakan untuk memprediksi perubahan entalpi dari hokum kekekalan energi (dinyatakan sebagai fungsi keadaan ΔH) .  Menurut hukum Hess , karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahan entalpi dari suatu reaksi kimia adalah sama, walaupun langkah-langkah yang digunakan untuk memperoleh produk berbeda.
Dengan kata lain, hanya keadaan awal dan akhir yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi, bukan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya. Dengan mengetahui ΔHf (perubahan entalpi pembentukan) dari reaktan dan produknya, dapat diramalkan perubahan entalpi reaksi apapun, dengan rumus ΔH = ΔHfP-ΔH fR. Perubahan entalpi suatu reaksi juga dapat diramalkan dari perubahan entalpipembakaran reaktan dan produk, dengan rumus ΔH=-ΔHcP+ΔHcR
Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitung sekalipun tidak dapat diukur secara langsung. Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau dibagi) dengan suatu angka, perubahan entalpinya juga harus dikali (dibagi). Jika persamaan itu dibalik, maka tanda perubahan entalpi harus dibalik pula (yaitu menjadi -ΔH). dengan menggunakan hukum Hess, nilai ΔH juga dapat diketahui dengan penguranganentalpi pembentukan produk-produk dikurangi entalpi pembentukan reaktan.
Attikins, 1999, mengatakan banyaknya kalor yang dihasilkan dalam suatu reaksi kimia dapat diukur dengan menggunakan kalorimeter. Kalor dapat diukur dengan menggunakan jalan jumlah total kalor yang disetiap lingkungan kalor yang diserap air merupakan hasil dari perkalian antara massa, kalor jenis dan kenaikkan suhu, sedangkan kalor yang diserap komponen lingkungan lain yaitu tom, pengaduk, termometer, dan lain sebagainya. Merupakan hasil kali jumlah kapasitas kalor komponen-komponen ini dengan suhu. Dari sini dapat diketahui bahwa penjumlahan kalor dapat diterapkan melalui hukum Hess.
Menurut Hukum Hess, apabila suatu reaksi dapat dinyatakan sebagai penjumlahan aljabar dari dua reaksi atau lebih, maka kalor reaksinya juga merupakan penjumlahan aljabar dari kalor yang menyertai masing-masing reaksi tersebut. Jumlah aljabar panas reaksi yang dibebaskan atau diserap tidak bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistem tersebut. Jika sebuah sistem bebas untuk mengubah volumenya terhadap tekanan luar yang tetap, perubahan energi dalamnya tidak lagi sama dengan energi yang diberikan sebagai kalor.
Menurut Henry Hess (1840), dalam buku Rahmat, (2005: 50) mengatakan entalpi suatu reaksi tidak tergentung pada jalannya reaksi, tetapi pada awal dan akhir reaksi.∆Hr = ∆H1 + ∆H2 ∆+ H3 + …
Persamaan di atas dapat digunakan untuk menentukan entalpi suatu reaksi yang pembakaran belerang menjadi gas belerang trioksida (SO3) yang berlangsung dalam dua tahap.
Tahap 1: S(s)  + 3O2(g)     SO2(g)  + O2(g)                           ∆H = -297,5 KJ
Tahap 2: SO2  + ½ SO2(g) →  SO3                                            ∆H = -97,9 KJ
Jika tahap 1 dan 2  dijumlahkan, maka akan diperoleh persamaan termokimia sebagai berikut.
S(s)   +  3O2(g)     SO2(g)  + O2(g)                                      ∆H = -297,5 KJ
SO2  + ½ SO2(g)  + ½ SO2(g) →  SO3                                    ∆H = -97,9 KJ
Pengertian Hukum Hess
Hukum Hess adalah hukum yang menyatakan bahwa perubahan entalpi suatu reaksi akan sama walaupun reaksi tersebut terdiri dari satu langkah atau banyak langkah. Perubahan entalpi tidak dipengaruhi oleh jalannya reaksi, melainkan hanya tergantung pada keadaan awal dan akhir. Hukum Hess merupakan suatu hubungan kimia fisika yang diusulkan pada tahun 1840 oleh Germain Hess, kimiawan asal Rusia kelahiran Swiss.
Penjelasan Hukum Hess
Hukum Hess mempunyai pemahaman yang sama dengan hukum kekekalan energi, yang juga dipelajari di hukum pertama termodinamika. Hukum Hess dapat digunakan untuk mencari keseluruhan energi yang dibutuhkan untuk melangsungkan reaksi kimia. Perhatikan diagram berikut:



            Diagram di atas menjelaskan bahwa untuk mereaksikan A menjadi D, dapat menempuh jalur B maupun C, dengan perubahan entalpi yang sama (ΔH1 + ΔH2 = ΔH3 + ΔH4).
            Jika perubahan kimia terjadi oleh beberapa jalur yang berbeda, perubahan entalpi keseluruhan tetaplah sama. Hukum Hess menyatakan bahwa entalpi merupakan fungsi keadaan. Dengan demikian ΔH untuk reaksi tunggal dapat dihitung dengan:
ΔHreaksi = ∑ ΔHf (produk) - ∑ ΔHf (reaktan)
            Jika perubahan entalpi bersih bernilai negatif (ΔH < 0), reaksi tersebut merupakan eksoterm dan bersifat spontan. Sedangkan jika bernilai positif (ΔH > 0), maka reaksi bersifat endoterm. Entropimempunyai peran yang penting untuk mencari spontanitas reaksi, karena beberapa reaksi dengan entalpi positif juga bisa bersifat spontan.
Contoh Hukum Hess
Perhatikan diagram berikut:
Pada diagram di atas, jelas bahwa jika C (s) + 2H2 (g) + O2 (g) direaksikan menjadi CO2 (g) + 2H2 (g) mempunyai perubahan entalpi sebesar -393,5 kJ. Walaupun terdapat reaksi dua langkah, tetap saja perubahan entalpi akan selalu konstan (-483,6 kJ + 90,1 kJ = -393,5 kJ).